Kadang, ada beberapa perasaan yang ingin diungkapkan, namun tak bisa. Ingin berbicara, namun tak bisa. Hanya bisa memandang dari kejauhan. Memerhatikan gerak-geriknya, mimiknya, senyumnya, tingkahnya. Itu yang kurasakan. Aku sangat pemalu, bahkan kepada dia.
Mungkin orang berpikir bahwa perempuan yang tadi aku ceritakan, adalah orang yang kusuka. Kuakui itu memang benar, tapi salah sedikit. Dia adalah sahabatku. Kami sering bertukar cerita, membicarakan hal yang bahkan kami tidak tahu bagaimana kami dapat membicarakan hal tersebut, memikirkan hal tidak penting bersama.
Tadi aku bilang bahwa aku terlalu pemalu untuk berbicara kepadanya, dan tadi juga aku bilang bahwa aku sahabatnya. Begini, justru karena malu untuk berbicara kepadanya, aku hanya bisa menyapanya melalui BlackBerry Messenger . Dan dari situ, entah bagaimana ceritanya aku bisa menjalin persahabatan dengan dia.
Sepertinya aku terlalu lama memandanginya. Dia balik memandangiku, menjulurkan lidahnya untuk meledekku, lalu dia meninggalkan senyum di bibirnya. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak kecil.
Jam pelajaran masih berlanjut. Tapi aku masih terus bermain dengan khayalanku. Aku sedang memikirkan sebuah hadiah untuk dia yang akan berulang tahun beberapa hari lagi. Jujur, aku tidak pernah memberikan seseorang hadiah pada saat ulang tahunnya, bahkan kepada anggota keluargaku. Karena menurutku, ulang tahun bukan suatu hal yang harus dirayakan, apalagi harus memberikan hadiah. Tapi demi dia, peraturan yang kubuat sendiri itu akan kulanggar.
Aku tidak punya uang untuk membelikannya hadiah. Aku tidak punya barang yang dapat kuberikan sebagai hadiah. Aku sempat ingin menanyakannya dia ingin hadiah apa di ulang tahunnya nanti. Tapi niat itu kuurungkan. Tidak seru jika dia sudah mengetahui aku akan memberikannya sebuah hadiah.
Aku terpikir sebuah ide. Aku akan menghadiahinya........ sebuah tulisan? Aku tidak tahu apakah itu hal yang baik atau buruk untuk sebuah hadiah ulang tahun. Aku bukan penulis handal. Aku memang mempunyai blogger, tapi bahkan sepertinya tidak ada yang baca. Dan aku juga sadar, kualitas tulisanku bukanlah hal yang bisa dibanggakan.
Tapi hanya itu yang bisa kupikirkan sekarang. Dan hanya itu keahlian yang setidaknya dapat aku lakukan. Aku akan membuat tulisan yang berisi tentang rencanaku membuat tulisan tersebut yang kemudian akan aku publish di bloggerku. Sebuah tulisan tanpa dialog, dan aku juga tidak akan memberitahukannya tentang tulisan tersebut. Seperti yang kubilang di awal, aku terlalu pemalu. Bahkan hanya untuk menunjukan sebuah tulisanku sendiri.
Aku tidak berharap dia akan menyukai hadiah yang akan kuberikan. Aku tidak peduli apa yang akan dia katakan kepadaku. Tapi aku hanya ingin memberikannya hadiah. Hadiah terbaik yang bisa aku usahakan. Dan bila dia tidak menyukai hadiahku, aku tidak akan meminta maaf kepadanya. Aku tidak akan menyesalinya. Dan tentu aku lebih suka, jika dia menyukainya.
Dan sebagai judul, lebih baik aku memilih judul yang berhubungan tentang perayaan ulang tahun dengan bahasa yang jarang orang mengerti. Hm, bahasa Jepang sepertinya bagus. Kalau begitu berarti, tulisanku nanti akan kuberi judul Otanjoubi Omedetou. Yang berarti, Selamat Ulang Tahun.
Sebagian dari cerita ini, adalah fiksi.

0 comments:
Post a Comment