Aku berlari terburu-buru dari
barber shop menuju rumah. Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Aku berlari,
menempuh hujan angin yang malam itu turun dengan derasnya. Ada 1 hal yang
membuatku berlari terburu-buru seperti ini. Aku tertinggal pertandingan
sepakbola antara Everton melawan Arsenal yang kick-off pukul setengah 8 malam.
Yang berarti, sudah setengah jam aku tertinggal pertandingan itu. Berlari
menuju komplek perumahan, sedikit melakukan manuver-manuver untuk menghindar
dari kerumunan orang yang membuatku terlihat seperti film fast and furious
dalam versi manusia.
Betapa kecewanya aku saat melihat
channel beinsports 3 di televisiku. Pertandingan sudah memasuki halftime. Tapi
bukan itu yang membuatku kecewa. Skor menunjukan angka 2 untuk Everton, 0 untuk
Arsenal. Tidak terlalu mengejutkan, mengetahui pertandingan ini berlangsung di
Goodison Park, dan melihat performa Arsenal musim ini saat tandang melawan Big five.
6-3 melawan Manchester City, 5-1
melawan Liverpool, dan yang terbaru, 6-0 melawan Chelsea. Walaupun Arsenal
berbeda nasib saat tandang di Champions League. Seri melawan Bayern, menang
melawan Borussia Dortmund dan menang melawan Napoli. Tapi ya, itu hanya masa
lalu. Arsenal sudah tersingkir dari Champions League.
Sesungguhnya aku sudah sama
sekali tidak berharap Arsenal akan memenangkan Premier League musim ini. Tapi
kalau mau jujur, awalnya aku berharap Arsenal dapat memenangi liga. Setidaknya
sampai akhir tahun. Terutama saat Arsenal
fuck up melawan Liverpool, dan tergeser dari puncak klasemen. Bukan masalah
jika Everton unggul 2-0 atas Arsenal, seandainya mereka tidak berbeda hanya 4
poin dengan Everton minus satu pertandingan. Jika begitu, Arsenal hanya bisa
puas di posisi 5, posisi Europa League.
Buatku, musim ini adalah salah
satu musim terbaik Arsenal 9 tahun belakangan ini. Walau sempat kalah 1-3
melawan Aston Villa di Emirates, Arsenal mampu bertengger di puncak klasemen
lebih dari 1 bulan, bergantian dengan Liverpool. Tapi Arsenal punya penyakit
setiap musimnya. Yaitu : Penurunan performa usai paruh musim. Begitu juga musim
ini. Arsenal berhasil juara paruh musim, dan down setelahnya.
Posession ball Arsenal sungguh
enak dilihat. One touch pass sering kali dilakukan pemain Arsenal. Hingga saat
Ramsey dan Wilshere cedera. Defense Arsenal begitu kokoh musim ini, dengan
pertahanan unik yang saat bola di kuasai lawan, para pemain Arsenal hanya
melakukan marking, tanpa pressing. Sampai lawan menyadari, bahwa
defense Arsenal kokoh, namun para defender Arsenal tidak cukup cepat untuk
menghalau serangan cepat dari pemain macam Sturridge, Suarez, Hazard, Jesus
Navas. Pemain depan Arsenal? Sebaiknya untuk kebaikan bersama, hal ini tidak
perlu dibahas. Kasihan.
Hampir setengah gol Liverpool
pada saat melawan Arsenal berawal dari counter attack. Begitu pula Chelsea, dan
Everton. Arsenal yang dibanggakan akan Posession ballnya, selalu kehilangan
bola pada saat menyerang, maupun melakukan posession. Setelahnya, fullback yang
terlalu maju kedepan untuk menyerang, hanya meninggalkan Per Mertesacker,
Laurent Koscielny maupun Thomas Vermaelen di belakang. Sebaiknya anda ketahui
bahwa ketiga pemain tersebut tak lebih cepat dari larinya Mikel Arteta.
Bersakit-sakit dahulu,
bersenang-senang kemudian tak selamanya bisa ditiru. Mungkin itulah yang
menggambarkan Arsenal musim ini. Awal musim terbaik Arsenal selama 9 tahun ini,
dan juga akhir musim terburuk Arsenal. Para supporter kembali mendapat harapan
palsu. Arsenal tinggal menyisakan FA Cup, yang harusnya dapat dimenangi Arsenal
mengingat hanya Arsenal dan tim medioker yang tersisa.
Sedikit-sedikit lama-lama menjadi
bukit. Itu yang kuharapkan dari Arsenal. FA Cup, lalu Capital One Cup, Premier
League, dan mungkin.... Treble? Hanya berharap. Lalu seperti musim-musim
Arsenal terdahulu, banyak yang menuntut Wenger untuk Out, maupun yang masih
percaya kepada Wenger. Untuk aku, jika Arsenal gagal memenangi FA Cup, tanpa
menghormati rasa hormat, aku memilih agar Wenger keluar.Tapi jika dapat
memenangi FA Cup, dia pantas mendapat waktu kerja lebih lama di Arsenal.
Dan saat tulisan ini selesai ditulis, Arsenal tertinggal 3-0 dari Everton.

0 comments:
Post a Comment