Sunday, April 6, 2014

Wake up, Arsenal.

Aku berlari terburu-buru dari barber shop menuju rumah. Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Aku berlari, menempuh hujan angin yang malam itu turun dengan derasnya. Ada 1 hal yang membuatku berlari terburu-buru seperti ini. Aku tertinggal pertandingan sepakbola antara Everton melawan Arsenal yang kick-off pukul setengah 8 malam. Yang berarti, sudah setengah jam aku tertinggal pertandingan itu. Berlari menuju komplek perumahan, sedikit melakukan manuver-manuver untuk menghindar dari kerumunan orang yang membuatku terlihat seperti film fast and furious dalam versi manusia.

Betapa kecewanya aku saat melihat channel beinsports 3 di televisiku. Pertandingan sudah memasuki halftime. Tapi bukan itu yang membuatku kecewa. Skor menunjukan angka 2 untuk Everton, 0 untuk Arsenal. Tidak terlalu mengejutkan, mengetahui pertandingan ini berlangsung di Goodison Park, dan melihat performa Arsenal musim ini saat tandang melawan Big five.

6-3 melawan Manchester City, 5-1 melawan Liverpool, dan yang terbaru, 6-0 melawan Chelsea. Walaupun Arsenal berbeda nasib saat tandang di Champions League. Seri melawan Bayern, menang melawan Borussia Dortmund dan menang melawan Napoli. Tapi ya, itu hanya masa lalu. Arsenal sudah tersingkir dari Champions League.

Sesungguhnya aku sudah sama sekali tidak berharap Arsenal akan memenangkan Premier League musim ini. Tapi kalau mau jujur, awalnya aku berharap Arsenal dapat memenangi liga. Setidaknya sampai akhir tahun. Terutama saat Arsenal fuck up melawan Liverpool, dan tergeser dari puncak klasemen. Bukan masalah jika Everton unggul 2-0 atas Arsenal, seandainya mereka tidak berbeda hanya 4 poin dengan Everton minus satu pertandingan. Jika begitu, Arsenal hanya bisa puas di posisi 5, posisi Europa League.

Buatku, musim ini adalah salah satu musim terbaik Arsenal 9 tahun belakangan ini. Walau sempat kalah 1-3 melawan Aston Villa di Emirates, Arsenal mampu bertengger di puncak klasemen lebih dari 1 bulan, bergantian dengan Liverpool. Tapi Arsenal punya penyakit setiap musimnya. Yaitu : Penurunan performa usai paruh musim. Begitu juga musim ini. Arsenal berhasil juara paruh musim, dan down setelahnya.

Posession ball Arsenal sungguh enak dilihat. One touch pass sering kali dilakukan pemain Arsenal. Hingga saat Ramsey dan Wilshere cedera. Defense Arsenal begitu kokoh musim ini, dengan pertahanan unik yang saat bola di kuasai lawan, para pemain Arsenal hanya melakukan marking, tanpa pressing. Sampai lawan menyadari, bahwa defense Arsenal kokoh, namun para defender Arsenal tidak cukup cepat untuk menghalau serangan cepat dari pemain macam Sturridge, Suarez, Hazard, Jesus Navas. Pemain depan Arsenal? Sebaiknya untuk kebaikan bersama, hal ini tidak perlu dibahas. Kasihan.

Hampir setengah gol Liverpool pada saat melawan Arsenal berawal dari counter attack. Begitu pula Chelsea, dan Everton. Arsenal yang dibanggakan akan Posession ballnya, selalu kehilangan bola pada saat menyerang, maupun melakukan posession. Setelahnya, fullback yang terlalu maju kedepan untuk menyerang, hanya meninggalkan Per Mertesacker, Laurent Koscielny maupun Thomas Vermaelen di belakang. Sebaiknya anda ketahui bahwa ketiga pemain tersebut tak lebih cepat dari larinya Mikel Arteta.

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian tak selamanya bisa ditiru. Mungkin itulah yang menggambarkan Arsenal musim ini. Awal musim terbaik Arsenal selama 9 tahun ini, dan juga akhir musim terburuk Arsenal. Para supporter kembali mendapat harapan palsu. Arsenal tinggal menyisakan FA Cup, yang harusnya dapat dimenangi Arsenal mengingat hanya Arsenal dan tim medioker yang tersisa.

Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Itu yang kuharapkan dari Arsenal. FA Cup, lalu Capital One Cup, Premier League, dan mungkin.... Treble? Hanya berharap. Lalu seperti musim-musim Arsenal terdahulu, banyak yang menuntut Wenger untuk Out, maupun yang masih percaya kepada Wenger. Untuk aku, jika Arsenal gagal memenangi FA Cup, tanpa menghormati rasa hormat, aku memilih agar Wenger keluar.Tapi jika dapat memenangi FA Cup, dia pantas mendapat waktu kerja lebih lama di Arsenal.

Dan saat tulisan ini selesai ditulis, Arsenal tertinggal 3-0 dari Everton.

0 comments:

Post a Comment